A childhood dream!!

Allohaaaa….

It’s been an age since the last post, ngomong-ngomong tentang ‘age’, setelah menikah dan berumah tangga, terkadang teringat masa-masa dimana masih sendiri dan lajang, dimana hampir semua orang pernah bermimpi, mempunyai ‘daftar’ mimpi dan mewujudkan mimpinya.

Saat masih SD saya selalu bercita-cita menjadi pramugari, menjadi pramugari itu enak ya, kerjanya melayani penumpang sambil ‘traveling’ secara gratis. Namun setelah SMP, mimpi itu lenyap begitu menyadari bertambah tambunnya tubuh saya (salahkan gen bapak saya)! Walaupun begitu, saya gak patah semangat, uang saku yang ibu beri, sedikit-sedikit saya tabung untuk traveling keluar negeri. Jaman SMP, disaat teman-teman saling cerita cita-cita mereka, saya dengan bangga nya bilang kalau cita-cita saya adalah traveling ke luar negri. Mau tau tanggapan mereka? Ada yang ngetawain, ada yg nyeletuk komentar: ” Woi, kowe ki sadar ora nek awake dewe ki gur wong ndeso, neng luar negri ki butuh duwit sing akeh, mending dinggo kuliah” (Hei, kamu tuh sadar enggak, kita ini cuman orang desa, ke luar negri itu butuh biaya banyak, mending uangnya di buat kuliah). But woy, kondisi lingkungan tidak akan pernah mempengaruhi mimpi saya. Mau dari desa, mau dari gunung, mau dari kota, semua nya berhak bermimpi bukan?

Mulailah saya mencari tau tentang luar negri, negri mana yang ingin saya kunjungi dan bagaimana mendapatkan paspor. Internet waktu itu belom secanggih sekarang, kalau mau browsing harus ke warnet, itu saja kadang harus berhemat dari uang jajan.

Singapura, ya itulah negri impian untuk traveling pertama kali. Saya sampai bela-belain ke Jogja yang jaraknya 60km dari daerah saya, hanya untuk lihat pameran “Singapore tourism board”. Mulailah saya mengumpulkan buku, kliping, sampai brosur tentang Singapura. Namun ternyata mimpi itu harus tertunda, karena uang yang selama ini saya kumpulkan dipinjam ibu untuk modal toko kelontongnya. Lagian uang 5juta itu belum cukup untuk beli tiket pesawat & akomodasi di Singapura.

Setelah nunggu lulus SMA, barulah saya melek internet, ternyata bisa ke Singapura tanpa travel agent! Barulah saya saat itu getol-getolnya cari tiket pesawat murah, ketemu lah saya dengan AirAsia. How lucky i am, sekalinya ketemu langsung aja ada promo kursi gratis, dan tiket PP dari Jogja-Singapura hanya 320.000 sekian ribu, ebuset, itu lebih murah dari tiket bus PP Jogja-Jakarta! Kontak-kontak sana sini, akhirnya nemu 1 temen kuliah yang mau di ajak traveling. Akhirnya, impian masa kecil saya terwujud! Singapura, ia membuat saya sadar akan indahnya kebersihan dan ketertiban. Bukan hanya foto saja yang menjadi kenangan & oleh-oleh, tapi dari cara hidupnya itulah yang menjadi pelajaran tersendiri bagi saya. Dari yang biasanya buang sampah sembarangan, akhirnya sekarang jadi sadar dan paling sebel liat orang dengan seenak nya buang sampah begitu saja, belajar antri dengan tertib dan masih banyak lainnya.

Ditambah lagi dengan buku-bukunya mba Trinity The Naked Traveler, semakin menantang saya untuk pergi ketempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, karena suatu tempat punya kenangan masing-masing. Ada yang baik maupun yang buruk. It’s not the destination, but the journey.

Baca peta sambil narsis di depan MBS

Baca peta sambil narsis di depan MBS

Pose wajib! JUMP!!

Pose wajib! JUMP!!

The famous, Universal Studio!

The famous, Universal Studio Singapore! (sayang nya waktu itu ‘globe’ nya lagi ditutup)

Keliling Melaka

Keliling Melaka

Setelah itu AirAsia bukan hanya membawa saya ke Singapura saja, tetapi ke Malaysia (Johor Bahru, Melaka, Kuala Lumpur) dan Thailand (Phuket & Bangkok) dengan harga yang wow fantastis murah nya. Now everyone can fly! Airasia, i am waiting for your free seat again. Take me to Nepal, please…

S'pore

P.S : Tahun kemarin waktu reunian SMP, temen-temen saya pada muji nanya saya, “Kok bisa keluar negri tiap tahun? Emang kerja kamu apa?” (Ternyata mereka tau foto-foto traveling saya dari FB). Weee makanya jangan underestimate dulu, walaupun freelance kayak saya, bisa kok tiap taun jalan-jalan ke luar negri kayak orang tajir kuncinya sih cuma rajin-rajin aja browsing website nya AirAsia. Akhirnya banyak yang pesen tiket ke saya, di suruh cariin tiket murah lah atau sedekar suruh kasih tau kalau pas ada promo. Bisa-bisa saya beralih profesi ke travel agent nih :’)

Iklan

LOVE.

if i speak in the tongues of man and angels but have not love,
i am only a noisy gong or a clanging cymbal

if i have prophetic power and understand secret truths or mysteries and possess all knowledge
if i have faith so i can move mountains
but have not love
i am NOTHING

though i bestow all my good to feed the poor and though i give my body to be burned
but have not love
it profits me NOTHING

LOVE never gives up
LOVE care more for others than for self
it doesn’t envy it doesn’t boast
it doesn’t proud
LOVE is not self seeking
it’s not easily angered and keeps no record of wrongs
LOVE doesn’t delight in evil but rejoices with the truth
it always protects
always trusts
always hope
always perseveres
LOVE never fails

cynthia mengasihiMu Bapa . . .

God is good all the time

Aku baru- baru ini membaca suatu kisah yang abadi. Kisah tentang Tiga Pohon. Buku cerita anak- anak ini menceritakan tentang suatu impian sebatang pohon zaitun, sebatang pohon ek, dan sebatang pohon pinus. Masing- masing pohon ini mempunyai suatu impian untuk menjadi sesuatu yang istimewa dalam kehidupan.

Pohon Zaitun bermimpi untuk menjadi sebuah kotak perhiasan yang bagus. Pohon ini ingin menyimpan emas, perak, dan permata yang berharga. Suatu hari seorang tukang kayu memilih pohon zaitun itu dari semua pohon yang ada dihutan dan menebangnya. Pohon zaitun itu sangatlah bersemangat. Tetapi sementara ahli pertukangan mulai mengerjakannya, pohon itu menyadari bahwa mereka tidak sedang membuatnya menjadi sebuah kotak perhiasan yang indah, mereka sedang membuatnya menjadi sebuah palungan untuk tempat makanan hewan- hewan yang kotor dan bau. Karena patah hati,  impian-impiannya hancur. Ia merasa tidak berharga dan direndahkan.

Demikian juga pohon ek, ia bermimpi untuk menjadi bagian dari sebuah kapal besar yang akan membawa raja- raja penting menyeberangi lautan. Saat tukang kayu menebang pohon ek itu, ia begitu bersemangat. Tetapi sementara waktu berlalu, ia menyadari bahwa ahli pertukangan tidak membuatnya menjadi sebuah kapal besar, namun perahu nelayan kecil. Ia begitu putus asa dan merasa kecewa.

Pohon pinus itu tinggal di puncak sebuah gunung yang tinggi. Impian satu-satunya adalah selalu berdiri tinggi dan mengingatkan orang akan ciptaanNya yang luar biasa. Tetapi dalam sekejap, sebuah ledakan petir membuatnya tumbang ke tanah, menghancurkan impiannya. Tukang kayu datang dan membawanya ke tempat tumpukan potongan kayu.

Ketiga pohon itu merasa bahwa mereka telah kehilangan nilai dan harga mereka, mereka begitu putus asa dan kecewa. Tak satupun impian mereka jadi kenyataan. Tetapi rencana Tuhan lain bagi pohon- pohon itu. Bertahun- tahun kemudian, Maria dan Yusuf tidak dapat menemukan tempat untuk melahirkan bayi laki- laki mereka, akhirnya mereka menemukan sebuah kandang dan saat Yesus dilahirkan mereka menempatkanNya dalam sebuah palungan yang dibuat dari (anda sudah menebaknya) pohon zaitun itu. Pohon zaitun itu ingin menyimpan permata-permata yang berharga, namun Tuhan mempunyai rencana yang lebih baik, dan sekarng pohon itu menyimpan harta karun yang paling berharga sepanjang waktu, Anak Tuhan.

Beberapa tahun berlalu, dan Yesus bertumbuh. Suatu hari Ia memerlukan sebuah perahu untuk menyeberang ke sisi lain danau. Ia tidak memilih sebuah kapal yang besar dan indah, Ia memilih sebuah perahu kecil dan sederhana yang terbuat dari pohon ek itu ( pasti anda sudah bisa menebaknya). Pohon ek tersebut kini membawa Raja segala raja.

Beberapa tahun berlalu, dan suatu hari beberapa prajurit romawi mengobrak- abrik disekitar tumpukan potongan kayu dimana pohon pinus itu tergeletak. Pohon pinus itu tau bahwa mereka datang untuk memotong- motongnya menjadi kayu perapian. Tetapi sangat terkejutlah ia saat mereka hanya memotong dua potongan kecil darinya dan membentuknya menjadi sebuah salib. Diatas pohon inilah Yesus disalibkan, pohon itu masih menunjukkan orang pada kasih dan belas kasihan Tuhan sampai hari ini.

Tuhan mengetahui nilai kita, Ia melihat potensi kita. Mungkin kita tidaklah mengerti segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, segala cobaan dan ujian datang, namun, tegakkanlah kepala tinggi- tinggi, karena Tuhan memegang kendali dan Ia mempunyai rencana dan maksud yang besar atas kehidupan kita. Bahkan jika orang- orang lain menolak kita, ingatlah, bahwa Tuhan berdiri didepan kita dengan lengan-lenganNya yang terbuka lebar. Ia selalu menerima kita karena kita adalah hartaNya yang sangatlah berharga.

He is a good to you and me.

* Dicopy paste dari bukunya Joel Osteen, Your best life now! 😀

GBU