#dreams come true

Udah pernah gw bahas kan kalo salah satu dari “100 things I should do before die” adalah ikut Night Worshipnya Hillsong (konser), ketemu Joel Houston sama Jonathon Douglass, bahkan ada satu wishlist gw yang nyebutin pengen ke Australia dan gabung di gereja Hillsong  di Sydney. Nah tahun 2011 kemaren gw ikut Night Worshipnya Hillsong di Australia Jakarta. Emang udah cerita tahun lalu sih, basi enggak basi, basinya karena udah kelewat tahunnya, enggak basinya karena gw belom pernah cerita. Nah waktu itu gw lagi mantengin TL twitter, ternyata ada berita kalo Hillsong United itu mau ngadain Night Worship di Jakarta, tepatnya di Tenis Indoor Senayan akhir Mei. Betapa galaunya gw saat itu. Antara seneng, bingung, dan sedih. Senengnya tentu aja gw exited banget pengen ikut, karena Hillsong jarang- jarang banget ngadain Night Worship di Indonesia. Terakhir aja kalo ga salah 2005, berarti 6 tahun yang lalu dong (2011). Bingungnya adalah dengan siapa gw ke Jakartanya? Sedihnya adalah ketika ngajak pacar dan dia ga mau. Huh. Bukannya gw egois lantas pergi sendirian, tapi itu adalah satu keinginan yang harus gw capai. Setelah googling untuk penginapan dan mantep mau nyobain nginep di daerah backpacker di Jalan Jaksa, eh mama nawarin mau di telfonin sodara yang tinggal disana. Tentunya aja gw mengiyakan, dengan alasan menghemat budget, karena gw akan tinggal di Jakarta sekitar 6 hari. Berangkat hari Minggu siang dengan menggunakan bis malam, sampainya di Jakarta hari senin jam 5 pagi. 13 jam di bis seakan menjadi puluhan jam, dikarenakan faktor perasaan dan keadaan, bagaimana gw bisa seneng kalo yang duduk deket gw bukan pacar gw tapi seorang bapak-bapak gendut yang memakan jatah kursi? OMG!! Setelah berkucel-kucel ria, gw dijemput sama sodara di terminal Pulo Gadung. Setelah mandi dan beberes, gw akhirnya memutuskan untuk tidur siang sebelum keesokan harinya meluncur ke Senayan. Paginya karena kepengen nyobain Trans Jakarta *bilang aja hemat* akhirnya gw meluncur ke Senayan dengan muka riang gembira walopun cuacanya Jakarta waktu itu seperti padang gurun sahara, puanas nya sampe ke ubun-ubun. Dan sampailah saya di antah berantah kota Jakarta, ga tau lagi pindah jalur kemana, naiknya tujuan kemana, dan setelah menghela nafas cukup panjang karena orang Jakarta itu judes- judes kalo ditanya, gw akhirnya menemukan mbak-mbak yang bersedia membantu menemukan tujuan ke Senayan. Setelah berterimakasih dan mengucapkan selamat tinggal, akhirnya gw melanjutkan perjalanan untuk menemukan Tenis Indoor Senayan. Tapi waktu itu gw tiba pukul 11.00 dimana Open Gate nya jam 18.00. Pertanyaannya adalah dimana gw menghabiskan waktu selama 7 jam itu? Setelah tanya sana tanya sini akhirnya saya menemukan Pusat Perbelanjaan FX, lumayan lah untuk ngadem. Setelah muter muter ga karuan, teflon mama, makan siang, sampe bingung mau ngapain, gw akhirnya memutuskan untuk kembali ke Teniss Indoor dan gw masuk lewat pintu samping, pintu keluar masuk panitia. Lha dari pada diluar aja kayak orang ilang? Setelah liat- liat kondisi, gw mencoba bertanya kepada orang-orang berseragam yang bersliweran didepan gw, ternyata mereka itu adalah volunteer dari Gereja JPCC. Dan kerennya mereka itu bisa liat ngladi resik Hillsong yang ternyata kedengeran dari tempat gw berdiri. Setelah gw cari tempat duduk yang nyaman, ternyata pintu masuk didepan gw itu dibuka oleh salah satu volunteer dan dia lupa nutup lagi. Kesempatan dong buat gw untuk masuk. Dan dengan dag dig dug, gw masuk dan duduk di salah satu bangku daerah remang-remang untuk ngeliat mereka gladi resik. OMG, perasaan gw waktu itu campur aduk, panas dingin gak karuan, antara takut di usir dan seneng tingkat dewa! Setelah menikmati beberapa lagu dari mereka, ada seorang panitia yang lewat depan gw, dengan polosnya gw cuek begitu aja *menghindari kontak mata* tapi ternyata dia ngeh gw disana, di tanyalah gw, berasal dari mana kek, siapa namanya, kenapa masuk kesini, dan akhirnya gw diusir keluar. Beughhh… dan unluckynya beberapa saat kemudian ada bodyguard segedhe- gedhe gaban mensterilisasi arena dalam gedung, yang ga pake seragam panitia & volunteer semuanya diusir buat keluar. Ya sudah, akhirnya gw keluar dan ngantri masuk di pintu gerbang. Muka tembok banget ya gw? :p Tapi perjuangan gw untuk ikut night worship ga cuma sampe situ doang, gw harus ngantri open gate selama 3jam. Dan lomba lari untuk mencapai kelas festival. Dan perjuangan gw ga sia- sia. Gw di baris kedua dari depan panggung! Fiuh! kelihatan semua tuh muka nya Joel Houston, Jounathan Douglass dan Jad Gillies. Sejak antri open gate dan konser berlangsung, total 8 jam gw berdiri. Kebayang enggak gempornya gw waktu itu? Tapi semua terbayar dengan sukacitanya gw! Impian gw berhasil! Yayyy….
Itulah kekuatan dari “100 things I should do before day”.

p.s : Bukan berarti gw maruk lantas nulis permintaan/ impian sebanyak itu, tapi dengan list tersebut gw termotivasi untuk mewujudkannya satu per satu! Ciayoo Cynthia!

Too high expectation isn’t good for my soul

Berekspetasi terlalu tinggi mungkin tidak lah bagus untuk kesehatan jiwa maupun raga. Eeerrr istilah dari mana itu? But i’ve learn something with this words “Too High Expectation is not good for my soul”. Banyak sekali saat saat dimana saya berekspetasi terlalu tinggi dan akhirnya saya kecewa dengan keadaan. Saat traveling ke bali bersama teman dari CS, saya berekspetasi “lumayan” tinggi bahwa dia orangnya lumayan cool *dalam arti pertemanan & travel mate. Unfortunately ternyata dia lumayan asyik di awal ga asyik di akhir. Sejak saat itu pula saya hati-hati dalam memilih travel mate. Bukan berarti saya langsung ngejugde dia jelek, tapi mungkin ga cocok aja sama kepribadian saya. Dia mau nya gini, saya mau nya gitu. Dia pengen nya party, saya pengennya jalan-jalan. Dia tidur di siang hari, saya tidur di malam hari. Jadi kurang klop aja. Bener sih saya ga bisa memaksa kehendak saya ke dia. Its not his false but mine. Akhirnya saya pun cari temen lain buat jalan-jalan, menikmati bali dengan travel mate dadakan saya yang kebetulan juga seneng foto- foto. Klop deh. Habis itu saya balik kejogja duluan, sementara dia masih di bali. Lain cerita pas saya traveling ke Phuket, Thailand. Kali ini saya memilih traveling solo, alasannya ya karena saya males cari travel mate, selain itu sahabat- sahabat saya milih untuk ke Singapore & Malay aja, Thailand terlalu mahal di saku. Berangkatlah saya ke Phuket sendirian. Sebelumnya saya memang posting di forum CS bawasannya saya lagi di phuket dan cari temen buat kongkow bareng, kalo klop ya jalan bareng. Semua berjalan mulus- mulus aja dan bertemulah saya dengan Carolina, cewek berumur yang sedang keliling South East Asia seorang diri. Setelah awalnya dinner dan ngobrol ngalur ngidul, akhirnya saya memutuskan untuk traveling bareng dia selama 5hari. Kami pergi keliling phuket dan membeli tiket untuk pergi ke Phiphi island. Nah tau sendiri kan kalo film nya Leonardo “the beach” shooting nya di Maya Bay dan daerah sekitar Phiphi Island ? Dan saya berkhayal tentang pantai-pantai yang tenang, dengan pasir yang putih dan air laut yang biru. Snorkeling dengan pemandangan coral yang cantik dan ikan-ikan berkerumunan disekeliling saya. Too high expectation? I don’t think so, karena hal itu wajar di temui di spot wisata yang bernuansa pantai dan laut. Apalagi di phiphi island dan maya bay. Sesampainya saya di Phiphi island, kesan pertama sih kayak poppies lane nya bali, cuma disitu dikelilingi pantai dan laut saja. Banyak orang yang menawarkan penginapan dari yang paling mahal sampai yang paling murah. tapi menurut saya go show aja deh kalo mau cari penginapan. Karena mereka nawarin yag paling murah 400bath, sedangkan kalo kita cari sendiri (go show) banyak banget penginapan yang menawarkan harga dari 150bath untuk dorm dan 200-300bath untuk private room. Untuk penginapan mungkin akan saya bahas lain kali. :p
Hari pertama saya dan Caro, travel mate saya, mengelilingi Phiphi island. Dia berjemur saya sembunyi di bawah bayang- bayang dong. Kesan kedua, pantainya lumayan bersih, pasirnya lumayan lembut, dan airnya jernih. Tapi setelah saya ambil paket untuk tour ke maya bay dan 7 pulau lainnya, semuanya berubah. For the first time saya udah kurang mood karena pagi jam 6 sudah hujan lebat dan pastinya akan mengganggu tour kami hari itu. Tapi di tengah perjalanan saya dan Caro berdoa supaya hari itu cerah. Eits setelah beberapa menit hujan langsung reda dan matahari bersinar terang, setelah sarapan sampai kenyang kita naik boat bersama 7 orang lainnya yang kebanyakan cowok israel. Yum, tampang mereka macho sekali! Bener kata Trinity (dari buku naked traveler) bahwa cowok Israel itu cakep- cakep. Yah minimal selama di kapal saya bisa memandang mereka sebagai obat penangkal mabok laut. Setelah sampai di suatu pulau, guide tour menyuruh kami untuk langsung nyebur kelaut bersnorkeling ria. Ga sabar rasanya untuk nyebur ke laut karena terakhir kali saya snorkeling adalah 1 tahun yang lalu di pulau karimun jawa. Setelah nyebur dan nengok kanan kiri ternyata ga ada satu terumbu karangpun, yang ada hanyalah pasir dan ikan yang tidak bewarna 1-2 ekor. Waduh, spot macam apa ini? Setelah kami menyerbu tour guide kami yang sebenarnya dia adalah pengemudi kapal nelayan yang merangkap sebagai guide, dan dia hanya ngomong ngelantur dalam bahasa inggris yang belepotan yang dimana tidak ada satupun diantara kami yang bisa mengerti. Apa- apaan ini? Setelah beberapa spot kami urung untuk terjun kembali ke laut dan setelah melewati beberapa pulau, sampailah kami di Maya Bay. Kami diharuskan berenang untuk mencapai Maya Bay. Dimana saat itu ombak sangatlah besar dan arus laut nya kuat sekali, semua orang nyebur satu persatu dan saya masih melongo dari atas kapal melihat semua orang bule berenang tanpa life jacket. Shame on me, tapi di kapal masih ada 2 orang china yang enggan untuk jebur ke laut karena kedinginan dan masih ada 2 orang jerman yang lagi siap-siap untuk terjun bebas dari atas kapal, dan saya pun enggan untuk melewatkan kesempatan ke Maya Bay karena kapan lagi saya bisa ke sini? Setelah saya jebur pake life jacket dan minum air laut sebanyak 2 liter. Okay kalo kali ini saya lebay, tapi yang jelas saya minum air laut cukup banyak dan sampai- sampai saya kesedak ga bisa bernafas selama beberapa saat. Setelah melewati jebur kelaut di ketinggian 2meter, ini adalah saat dimana saya harus berjuang untuk mencapai tangga ke Maya Bay. Sepertinya waktu di atas kapal, jarak yang harus saya tempuh kurang lebih 8-10meter, namun setelah saya berenang dari kapal ke tangga dermaga, jarak itu sepertinya menjadi 1km. Tidak mau kehabisan nafas ditengah laut, saya minta tolong kepada seorang jerman, yang ternyata dia adalah teman sekapal. Betapa baiknya dia mau “menyeret” life jacket saya sampai tujuan. Saya ngucapin terimakasih berpuluh-puluh kali ke dia sampai dia merasa sungkan dan bilang, nevermind. Di Maya Bay memang “surga” tersembunyi, dalam arti yang sebenarnya. Maya Bay di kelilingi oleh bebatuan besar yang membuat dia menjadi tersembunyi. Namun “surga” yang saya ekpetasikan itu hanyalah pantai berpasir halus namun dengan air laut yang hanya samar-samar kehijauan dan hanya bisa digunakan untuk berenang. Oh God! Saya bisa menemukan “Maya Bay” di negara saya!!
Sekarang saatnya untuk memikirkan cara berenang ke kapal. Dengan sedikit muka memelas, saya meminta tolong Caro untuk “menyeret” saya ke kapal. Dengan nafas terengah-engah karena capek saya pun sampai dikapal dengan selamat. Andaikan saja tidak ada mereka berdua, mungkin saya bisa pingsan kecapekan ditengah laut. Benar-benar aktifitas yang menguras tenaga.

p.s : IMHO, Phiphi island is not my favourite, prefer to go to Karimun Jawa island in my country, neither Phuket, a bit far to get from one place to another, quite expensive transportation, many sleezy old guys looking for young ladies. Sebenernya waktu berenang dari kapal ke tangga dermaga banyak terumbu karang dan ikan warna warni bersliweran. Tapi hal itu di cemari oleh oli kapal motor yang banyak membuang jangkar disana. Yikes!

Sunday Disaster

Hari minggu saat traveling ke luar negeri maupun ke luar kota dan melewatkan Ibadah ke gereja merupakan suatu disaster tersendiri buat saya. Dalam kehidupan rohani, saya termasuk dikeluarga yang taat beribadah, dari kecil mama mendidik saya untuk rajin sekolah minggu dan beribadah setiap minggunya. Saat umur saya remaja, saya bahkan sudah di ajari untuk datang doa pagi setiap hari pada jam 5 pagi di gereja. Jadi saya harus bangun pagi dengan muka sedikit manyun gembira cuci muka & gosok gigi lanjut capcus ke gereja. Awal- awal tentunya terasa berat, namun sampai saat ini saya merasakan manfaatnya. Di usia saya sekarang tentunya mama masih ngomel-ngomel ketika saya hanya menghabiskan waktu didepan leptop dan melewatkan membaca alkitab, dan masih juga terus membangunkan saya dipagi hari untuk doa pagi secara rutin. Ketika saya traveling keluar kota, kemungkinan saya bisa menemukan gereja untuk ibadah. Namun saya terlalu malas untuk mencari gereja yang sama dengan aliran gereja saya. Apalagi saat saya berlibur ke karimunjawa di hari minggu, dimana disana tidak ada gereja atau mungkin saja ada cuma saya yang tidak tau? :D Ada saja hal yang kurang enak menimpa saya. Dari semarang saya dan teman-teman harus menuju ke jepara, karena dari sana kapal kami berangkat. Nah di terminal semarang inilah kami dikerjai oleh calo. Dimana seharusnya membayar 10-11ribu perorangnya namun kami ditarik 25ribu. Sebetulnya hal ini sudah saya antisipasi sejak awal. Namun karena kelompok kami lumayan besar dengan 10orang anggota maka sedikit sulit untuk mengkoordinasi. Beberapa orang sudah masuk kedalam bus sementara saya diluar teriak-teriak gak jelas, minta temen yang didalem buat keluar. Tapi apadaya bus sudah bersiap untuk berangkat dan mau tidak mau saya juga harus naik. Eeeeerrrr !! Pikir saya waktu itu adalah jangan percaya pada satu orang saja, gak ada salahnya untuk bertanya kepada beberapa orang berapa tarif bus semarang- jepara. Kesialan tidak berhenti sampai situ saja. Mereka berjanji menurunkan kita di depan pelabuhan kartini-Jepara, namun kita diturunkan di depan jalan masuk pelabuhan, yang nyatanya kita harus jalan kaki sekitar 500m, terpaksa kita sewa becak untuk mengejar waktu. Fiuhhh…. Lain cerita saat saya traveling ke Singapore bareng temen saya, Canna. Rencana saya kan beribadah di City Harvest Church nya Kong Hee, tapi bus yang kita tumpangi dari Melaka ke Singapore jalannya lelet kayak siput. Seharusnya sampai di SG jam 10, tapi saat itu kita baru sampai di SG jam 11. Padahal ibadah dimulai pukul 11.30, dari Bugis ke City Harvest nya belom tau memakan waktu berapa menit, lagi pula saya baru sekali itu ke SG, dari pada telat lama dan muter-muter cari gereja, akhirnya saya putuskan buat ga ke gereja minggu itu. God! Hari senin nya saya mengalami kejadian yang kurang mengenakkan (lagi). HP blackberry saya hilang. Bukan dicopet atau dijambret tapi ketinggalan di Travel Agent di Orchard MRT! OMG! Padahal waktu itu posisi saya di daerah Potong Pasir, dimana dengan Orchard lumayan jauh jarak nya. Namun ditengah gundah gulana dan kegelisahan akan HP yg hilang *apaseh* di dalam hati seperti diingatkan oleh Yang empunya hidup karena kemaren minggu sempat mangkir dari Ibadah.  Cerita lengkap nya bisa di klik disini. Traveling saya ke Thailand beberapa waktu yang lalu juga dibumbui dengan Sunday Disaster, dimana waktu itu saya menghabiskan hari minggu di Phuket, jelas waktu itu saya tidak bisa beribadah karena saya dalam perjalanan Phiphi Island-Phuket dan saya menghabiskan malam di Bandara Phuket untuk keesokan harinya terbang ke Bangkok. Provinsi di Thailand dimana mayoritas penduduk beragama Budha dan saya tidak bisa menemukan gereja lokal disana. Walaupun saya bisa menemukan, saya tidak bisa mengikuti ibadah dalam bahasa Thai! Apajadinya?? Dan kejadian kurang mengenakkan terjadi di hari Selasa, dimana saya sudah berada di bandara Suvarnabhumi untuk terbang ke Kuala Lumpur, my next destination. Setelah check in dan menunggu 1jam, saatnya saya boarding. Saat dokumen saya diperiksa oleh staff penerbangan, eng ing eng, saya salah tanggal penerbangan. Saya sempat was-was kalo ternyata tanggal penerbangannya sudah terlewatkan, sebab saat staff Airasia mengatakan kalo saya salah tanggal penerbangan, pikiran saya langsung negatif, dan bahasa inggris mereka seperti kumur-kumur ditelinga saya. Entah karena saya shock atau aksen mereka yang tidak saya mengerti. Setelah saya duduk dan menenangkan diri ternyata tanggal penerbangan saya bukan hari itu tapi untuk keesokan harinya. Oh GOD, saat itu juga saya bersyukur plus bingung, karena uang di kantong tinggal 20bath, tapi saya punya cadangan rupiah dan ringgit di tas. Karena mata uang rupiah jatuh saat ditukar di thailand, maka saya menukarkan ringgit di bandara. Setelah cancel immigrasi, saya menghubungi teman untuk minta tolong. Akhirnya saya di ijinkan untuk menginap di apartement nya. Puji Tuhan.
Sekarang untuk mengantisipasi kejadian yang kurang mengenakkan lagi, saya selalu check tanggal dan hari dimana saya akan merencanakan suatu perjalanan. Apabila jatuh dihari Minggu saya selalu berusaha untuk googling dimana gereja terdekat berada. Saya kapok traveling di hari minggu.

p.s : sebetulnya bukan masalah saya harus beribadah setiap minggu digereja atau tidak. Tapi jelas perintah Allah adalah “Sucikan dan kuduskan hari sabat” dan “Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu ditambahkan kepadamu.”

p.s again : Berdoa itu bisa saja dilakukan dimana saja, kapan saja, namun tergantung hati dan kemantapan kita. Saya lebih mantap berdoa dan beribadah digereja. Atau semua kejadian itu karena kecerobohan saya? Who’s know? :p

Cheers!

My baby girl

Meet my new baby girl…. Busy Winnie Von Makenzi
3 months old
She’s cute, right?
Kelakuan si anjing garong :p
Trully belieber!
Winnie 10 months old
Too big to cudle!

This is it… My baby girl! Sebenernya semua ini bermula dari ulangtahun gw taon lalu, 27 Maret 2011. Gw pengen banget pelihara seekor anjing, setelah googling terpilihlah Golden Retriever buat jadi peliharaan gw. Sebenernya gw pengen pelihara CowCow atau Saint Bernard. Tapi apa boleh bilang, duit ga mencukupi dan kondisi rumah yg lumayan sempit. Jadilah gw mengajukan proposal ke nyokap bawasannya baby Golden Retriever lah yang akan jadi kado ulangtahun *halah bahasanya. Dan tentulah nyokap ga langsung setuju, mempertimbangkan masalah kebersihan rumah, makanan, dsb. Karena di rumah udah ada anjing Pom, tapi kan dia kecil, ga disa di uyel-uyel, ga bisa buat becandaan. Setelah merayu dengan rayuan gombal, akhirnya nyokap setuju. Betapa senangnya gw. Setelah cari informasi sana sini, ternyata ada temennya cowok gw yang jual golden dengan harga miring tapi kualitas bagus. Tanpa mikir panjang akhirnya kita ambil si baby ini ke Sleman. Disana ada 2 baby golden, sodaraan, ya si Winnie ini sama Barbie. Badannya bagusan si Winnie, makanya langsung sreg sama dia. Kalo si Barbie sih lumayan bagus juga tapi bingung kalo mau manggil, masa manggilnya “Bar” atau “Bie” ? Ga matching banget.

Winnie sekarang udah gedhe, sampe ga kuat gendong dia. Nah di atas itu foto-fotonya pas lagi datang kerumah sampe hari ini. Tapi sodara-sodara, dia itu “brekele” banget *brekele=istilah keluarga yang artinya nakal. Umur segitu kan umur dimana giginya tumbuh, iuuhhhhhhh dia makan barang-barang dii rumah, anehnya dia ga mau makan sandal atau sepatu, tapi seneng banget sama kertas, kain, dan kayu. Apesnya lagi, furniture nyokap gw habis pinggirannya dimakan sama dia, modem, CD, bahkan yang paling fatal adalah passport gw! Iya PASSPORT gw di makan sama dia *nangis 3hari3malam. Betapa marahnya gw saat itu. Tapi rasanya gw ga bisa marah lama-lama sama Winnie. Dia itu udah kayak anak gw sendiri. Pernah gw bilang ke mama, ” Ma, kayak gini ya rasanya punya anak, anak senakal apapun bakalan ga bisa lama yang marah”. Hahahha, emang gw aneh ya? Tapi bener, winnie itu berasa kayak anak sendiri. Setiap pulang dari berpergian, si winnie udah nungguin di depan pintu, coba kalo denger suara gw tapi pintunya ga di buka-buka, langsung deh dia nangis, ya kayak suara orang nangis gitu. Apalagi kalo gw bilang “Anakkuuuuu” wuih girang banget deh si winnie. Kibasan ekornya kenceng banget terus loncat ke badan gw. Setiap malem dia tidur bareng gw, bukan 1 ranjang sih tapi 1 kamar. Soal kebersihan? Dia dimandiin 1minggu sekali, terus jarang banget ke luar rumah, jadinya dia boleh deh tidur diranjang gw. Liat dia tidur itu bikin hati gw adem. Haduh, kalo kalian baca mungkin gw udah dianggep kurang waras, tapi beneran, gw itu tipe penyayang binatang *kecuali kucing, jadinya jangan kaget deh kalo liat gw ketemu anjing lucu, saat jalan pake motor pun sering banget gw berhenti kalo liat anjing lucu, tapi saat keaadaan ga memungkinkan buat berhenti, minimal gw girang banget, sampe-sampe ketawa sendiri gitu! Ah sudahlah, stop menceritakan tentang ketidakwarasan gw. Happy dogying.. :p

p.s : pernah waktu itu gw sempet ngomong sama boyfie *saking demennya gw sama anjing*, kalo besok ngelamar gw, ga usah bawa emas atau barang-barang lainnya. Cukup berikan gw baby golden retriever maka gw bilang ” I do”. Tapi berhubung gw ga sabaran, gw beli sendiri deh. :D

Cheer UP!

This is second time i join blogger giveaway. Dan betapa beruntungnya gw, kali yang kedua ini lagi lagi a pair of UP shoes yang di bagi, bukan hanya sepasang sepatu tapi 2 pasang sekaligus. Berarti ada kesempatan downg gw bisa menang. Doain ya! Kali ini mba Woro yang berbaik hati bagi-bagi sepatu Up nya. Udah cantik baik hati lagi. Heheheh… Okay mungkin pas pertama kali join giveaway gw pengen banget sama Pandora Fuchsia. Tapi berhubung anjani restock lagi maka gw pindah hati ke anjani beige. Oh she steal my heart. Gw ini ga seneng seneng banget sama fashion, tapi gw cinta mati sama sepatu. Nah akhir akhir ini gw lagi memulai untuk posting sesuatu yang berbau fashion. Ini salah satu foto gaya berpakaian gw sehari- hari.

I’m wearing Nevada Top, Ako Legging, and Connection Wedges

I’m wearing unbranded top, Ako jeans, and Up shoes

p.s : I’m in love with black, grey and beige color. So i prefer to choose Anjani Beige cause i already have Stella black! Wish me luck! Cheer UP

Or this lovely tree hi black.....

I'm not pink person, but this stella is super duper yummy!

p.s again : Haduh mba Woro, kalo suruh milih wedges di UP mah lucu-lucu semuaaaaa! Bingung! Eeeeeeeerrrr….  I’m craving with all the wedges! #lapiler :p

I’m in love with cooking

Hobi baru gw akhir ini sering hunting piring, gelas dan mug cantik di salah satu Toserba di Jogja. Seneng banget deh ngeliatin pring warna warni dengan berbagai bentuk dan enaknya lagi bisa beli bijian, ga perlu satu lusin. Piring piring itu memotivasi gw untuk mengisinya dengan makanan. Yep, jadilah gw demen masak dan semoga saja impian untuk punya mini cafe bisa terwujud di tahun ini. AMIN! Tapi setelah capek capek masak gw selalu lupa buat fotoin itu masakan! Padahal udah lumayan banyak hasil masakannya, dan tentunya super yummy. Bukan gw yang bilang, tapi karyawan, mama, dan tentunya cowok gw yang bilang. Hahahaha! Pertama tama sih nyobain bikin cimol, siomay, mie sehat *iyah, beneran gw sampe beli alat buat bikin mie*, cah jamur, nasi goreng, capcay, sup tahu sapo, udang & cumi asam manis, ceker bumbu wijen, dan akhir akhir ini nyobain yang rada internasional, spaghetti meatballs sama barbeque chicken wings. Semua nya enaaak… *ngiler*

Another angel

p.s : Ada satu blog yang membahas tentang food and food photography. Ini menjadi blog fav gw… Check this out

Sunny day

Hello fellas…. Penyakit lama muncul kembali, apalagi kalo bukan “males nulis”. Demi untuk meng-eksis-kan *aduuuuh apa bahasanya* blog ini gw berupaya untuk memposting paling tidak 1bulan sekali. Ga kerasa bulan januari lewat begitu aja. Kemana aja euforia tahun baru dan imlek kemaren? Time flies so fast! Dan ga kerasa lagi dalam beberapa bulan kedepan gw mau merit! Cieeeeee berasa udah tua…. Yak inilah resolusi tahun 2012, mungkin dikarenakan gw kepengen nikah muda dan 6 tahun pacaran, akhirnya diambilah keputusan tersebut. Tanggal 11 Januari kemaren dilangsungkan perkenalan kedua belah keluarga, bukan tunangan apalagi lamaran. Karena gw ga begitu demen dengan kata tunangan. Kesannya malah ngambang gitu, pacaran enggak, nikah juga belom. Aneh banget ya persepsi gw! Kenapa dipilih tanggal 11 Januari? Sebenernya tanggal itu tanggal jadian kita dan rencananya pengen buat tanggal nikah, tapi dikarenakan sesuatu hal dan belom 100% siap, makanya kita undur. Seneng banget sama tanggal itu, saking seneng nya kita sampe request ke Gigi buat bikinin kita lagu, akhirnya terciptalah “Sebelas Januari” :p *Ah sudahlah yang ngelantur.

p.s : Blog ini berisi tentang daily life gw atau apapun yang pengen gw tulis/ publish. Nah gw ini demen banget sama blognya Diana Rikasari. Jadilah gw terpikir untuk sekali-kali memposting tentang fashion. Iyah percaya gw gendut dan bulet. Hihihihi…. Tapi fashion itu universal, siapa tau gw jadi fashion trendsetter di kalangan big size *apalagi ini????*

Sunny day as bright as the backgound colour

i love black and white

I’m wearing : Unbranded Top, Ako Jeans, Up Shoes